BYD Atto 1 Generasi Baru Makin Besar, Tenaganya Melonjak hingga 127 Tk

Otomotif156 Views

BYD Atto 1 Generasi Baru Makin Besar, Tenaganya Melonjak hingga 127 Tk BYD menyiapkan pembaruan besar untuk mobil listrik mungil yang dikenal sebagai Seagull di Cina dan dipasarkan dengan nama Atto 1 di Indonesia. Generasi terbarunya mulai terungkap melalui dokumen homologasi Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Cina, memperlihatkan perubahan besar pada ukuran bodi, tenaga motor listrik, serta kelengkapan teknologi.

Mobil listrik ini tidak lagi mempertahankan ukuran sangat ringkas seperti model sebelumnya. Panjang bodinya bertambah hingga 425 milimeter, sedangkan jarak sumbu rodanya ikut melar. Perubahan tersebut membuat proporsinya semakin mendekati BYD Dolphin yang berada satu kelas di atas.

Peningkatan tidak berhenti pada ukuran. BYD juga menyiapkan motor listrik dengan tenaga maksimum 95 kW atau sekitar 127 tk. Angka itu jauh lebih besar dibandingkan Seagull versi Cina saat ini yang menggunakan motor 55 kW atau sekitar 74 tk.

Walaupun sejumlah pemberitaan menyebut mobil ini telah meluncur, informasi yang tersedia hingga pertengahan Juli 2026 menunjukkan model tersebut baru muncul dalam dokumen homologasi pemerintah Cina. Harga, pilihan varian, kapasitas baterai, jarak tempuh, dan jadwal penjualan resmi masih menunggu pengumuman BYD.

Atto 1 di Indonesia Bernama Seagull di Cina

Perbedaan penamaan menjadi hal pertama yang perlu dipahami. Mobil listrik yang dijual di Indonesia sebagai BYD Atto 1 menggunakan nama Seagull di pasar Cina. Model serupa juga dipasarkan sebagai Dolphin Mini di beberapa negara Amerika Latin dan Dolphin Surf di Eropa.

BYD menggunakan strategi penamaan berbeda untuk menyesuaikan posisi produk di setiap wilayah. Nama Atto 1 dipakai untuk memperkuat hubungan mobil ini dengan keluarga Atto yang lebih dahulu dikenal konsumen global.

Di Indonesia, Atto 1 ditempatkan sebagai mobil listrik perkotaan di bawah Dolphin. Mobil ini diperkenalkan pada Gaikindo Indonesia International Auto Show 2025 dan langsung menarik perhatian berkat harga yang berada di kelas Rp200 jutaan.

Versi yang saat ini dipasarkan memiliki panjang 3.925 milimeter, lebar 1.720 milimeter, tinggi 1.590 milimeter, dan jarak sumbu roda 2.500 milimeter. Ukuran itu membuat Atto 1 mudah digunakan di jalan perkotaan, area parkir sempit, dan permukiman padat.

Generasi baru yang terungkap di Cina membawa perubahan arah. Mobil tetap berada dalam keluarga hatchback listrik, tetapi ukurannya tidak lagi sekecil Atto 1 yang beredar sekarang.

Bodi Melar 425 Milimeter

Dokumen homologasi Cina menunjukkan Seagull terbaru memiliki panjang 4.350 milimeter. Artinya, bodi bertambah sekitar 425 milimeter dibandingkan model lama yang panjangnya berada di kisaran 3.925 milimeter.

Lebarnya mencapai 1.785 milimeter, bertambah sekitar 65 milimeter. Tinggi mobil tercatat 1.580 milimeter atau sedikit lebih rendah dibandingkan model sebelumnya.

Jarak sumbu roda meningkat menjadi 2.610 milimeter. Ada tambahan sekitar 110 milimeter yang berpotensi memberikan ruang kaki lebih baik untuk penumpang belakang.

Perubahan dimensi tersebut sangat besar untuk sebuah pergantian generasi. Atto 1 terbaru bahkan semakin dekat dengan BYD Dolphin yang memiliki panjang sekitar 4.290 milimeter dan jarak sumbu roda 2.700 milimeter pada sejumlah pasar.

Menariknya, Atto 1 baru justru lebih panjang daripada Dolphin yang saat ini beredar di sejumlah negara. Namun, Dolphin masih memiliki jarak sumbu roda lebih panjang sehingga susunan ruang kabinnya dapat tetap berbeda.

Dimensi yang bertambah juga mengubah posisi produk. Mobil ini tidak hanya menjadi kendaraan kecil untuk perjalanan pendek, tetapi berpeluang digunakan sebagai kendaraan keluarga dengan ruang kabin dan bagasi lebih memadai.

“Pertambahan panjang lebih dari 40 sentimeter bukan sekadar penyegaran desain. BYD terlihat ingin mengubah Atto 1 menjadi hatchback listrik yang lebih serbaguna tanpa melepas harga terjangkaunya.”

Tampilan Depan Masih Membawa Ciri Ocean Series

BYD mempertahankan identitas desain Ocean Series pada generasi baru ini. Bagian depan memakai lampu utama ramping dengan garis tajam, sedangkan panel gril tertutup menegaskan bahwa mobil tersebut sepenuhnya menggunakan tenaga listrik.

Bentuk lampu terlihat lebih lebar dan menyatu dengan garis kap mesin. Wajah mobil menjadi lebih dewasa dibandingkan Seagull lama yang memiliki bentuk lampu bersudut dan tampilan cukup agresif.

Bumper depan menggunakan bukaan udara berukuran besar pada bagian bawah. Elemen tersebut tidak hanya berfungsi memperkuat tampilan, tetapi juga membantu aliran udara menuju komponen pendingin.

Logo BYD ditempatkan di tengah panel depan. Tidak terdapat banyak ornamen sehingga tampilan tetap bersih dan mudah dikenali.

Sisi bodi menggunakan garis bahu yang mengalir dari lampu depan menuju bagian belakang. Atap dibuat sedikit menurun, tetapi bentuk kabin tetap tinggi untuk mempertahankan ruang kepala.

Gagang pintu konvensional masih digunakan. Keputusan ini dapat membantu menekan biaya produksi sekaligus memudahkan penggunaan sehari hari dibandingkan gagang tersembunyi yang lebih rumit.

Bagian Belakang Semakin Mirip Dolphin

Perubahan paling mudah terlihat terdapat pada bagian belakang. Atto 1 generasi baru menggunakan lampu yang membentang melintasi pintu bagasi, menghasilkan tampilan lebih lebar.

Model sebelumnya juga memiliki lampu memanjang, tetapi generasi baru menampilkan bentuk yang lebih halus dan dekat dengan desain Dolphin. Garis lampu membentuk pola bergelombang yang menjadi ciri beberapa produk BYD terbaru.

Kaca belakang dibuat cukup tegak agar ruang bagasi tidak banyak berkurang. Spoiler ditempatkan di atas kaca dan dilengkapi lampu rem tambahan.

Posisi pelat nomor berada pada pintu bagasi. Bagian bumper dibuat sederhana dengan panel hitam pada area bawah untuk mengurangi kesan berat.

Bodi yang bertambah panjang seharusnya memberi peningkatan kapasitas bagasi. Atto 1 yang dipasarkan di Australia saat ini menawarkan ruang sekitar 308 liter dan dapat diperluas hingga lebih dari 1.000 liter ketika kursi belakang dilipat.

BYD belum mengumumkan kapasitas bagasi generasi terbaru. Namun, penambahan panjang bodi memberi peluang bagi ruang penyimpanan yang lebih besar tanpa mengorbankan area penumpang.

Tenaga Motor Melonjak hingga 95 kW

Salah satu peningkatan terbesar berada pada sistem penggerak. Dokumen pemerintah Cina mencantumkan motor listrik dengan tenaga maksimum 95 kW atau sekitar 127 tk.

Sebagai perbandingan, Seagull versi Cina saat ini menggunakan motor 55 kW atau sekitar 74 tk dengan torsi 135 Nm. Atto 1 yang dijual di Indonesia juga memakai motor dengan tenaga sekitar 55 kW.

Peningkatan menjadi 95 kW berarti terdapat tambahan sekitar 40 kW atau lebih dari 53 tk. Tenaga baru tersebut membuat performanya mendekati Dolphin versi tertentu.

Model yang dipasarkan sebagai Dolphin Surf di Eropa telah memiliki pilihan motor 65 kW dan 115 kW. Versi terkuat mampu berakselerasi dari posisi diam menuju 100 kilometer per jam dalam sekitar sembilan detik.

BYD belum mengumumkan torsi maupun catatan akselerasi Atto 1 terbaru. Dengan tenaga 95 kW dan bobot yang diperkirakan bertambah, akselerasinya kemungkinan tetap jauh lebih cepat daripada model lama.

Atto 1 versi sekarang membutuhkan waktu lebih dari 12 detik untuk mencapai 100 kilometer per jam pada beberapa varian. Tenaga baru dapat membuat manuver menyalip dan perjalanan jalan tol terasa lebih meyakinkan.

Kecepatan Maksimum Naik Menjadi 160 Kilometer Per Jam

Peningkatan motor turut membawa kecepatan maksimum lebih tinggi. Data homologasi menunjukkan mobil ini dapat mencapai 160 kilometer per jam.

Atto 1 lama memiliki kecepatan maksimum sekitar 130 kilometer per jam. Selisih 30 kilometer per jam menunjukkan bahwa BYD tidak hanya mengejar akselerasi di dalam kota.

Kecepatan maksimum 160 kilometer per jam memang jarang digunakan dalam perjalanan normal. Namun, kemampuan tersebut menunjukkan motor, inverter, baterai, dan sistem pendingin telah dirancang untuk menerima beban lebih besar.

Mobil juga akan terasa lebih tenang ketika melaju di jalan tol pada kecepatan 100 hingga 120 kilometer per jam. Motor tidak perlu bekerja terlalu dekat dengan batas tertingginya.

Peningkatan ini dapat memperluas daya tarik Atto 1 bagi pengguna yang sering melakukan perjalanan antarkota. Model lama lebih kuat sebagai kendaraan perkotaan, sedangkan versi baru mulai mendekati kemampuan hatchback konvensional.

Bobot Kendaraan Ikut Bertambah

Dimensi yang membesar dan motor lebih kuat membawa kenaikan bobot. Dokumen homologasi mencatat bobot kosong sekitar 1.420 kilogram hingga 1.510 kilogram, bergantung pada varian.

Atto 1 lama memiliki bobot kosong sekitar 1.160 kilogram hingga 1.240 kilogram. Artinya, kenaikannya dapat mencapai lebih dari 200 kilogram.

Tambahan berat dapat berasal dari struktur bodi yang lebih besar, baterai berkapasitas tinggi, perlengkapan keselamatan, serta teknologi bantuan pengemudi.

Motor 95 kW dibutuhkan agar kenaikan bobot tidak membuat mobil terasa lambat. Tenaga lebih besar juga membantu ketika kendaraan membawa empat atau lima penumpang beserta barang bawaan.

BYD perlu menjaga keseimbangan antara performa dan efisiensi. Mobil lebih berat membutuhkan energi lebih banyak saat berakselerasi, tetapi bodi yang aerodinamis dan teknologi penggerak terbaru dapat membantu mengurangi konsumsi listrik.

Bobot yang bertambah juga dapat memberikan rasa berkendara lebih stabil. Namun, penyetelan suspensi, rem, dan ban akan menentukan apakah mobil tetap lincah di jalan sempit.

Pilihan Pelek 16 dan 17 Inci

Atto 1 generasi terbaru terdaftar dengan pilihan pelek 16 dan 17 inci. Ukuran tersebut lebih besar dibandingkan sejumlah varian model lama yang menggunakan pelek 15 atau 16 inci.

Pelek 17 inci memberi tampilan lebih penuh pada ruang roda dan sesuai dengan bodi yang bertambah panjang. Ban yang lebih lebar juga dapat meningkatkan cengkeraman, terutama ketika motor menghasilkan tenaga 95 kW.

Namun, pelek besar berpotensi mengurangi kenyamanan apabila memakai profil ban terlalu tipis. BYD perlu memilih ukuran ban yang mampu menjaga keseimbangan antara tampilan, efisiensi, dan peredaman.

Varian dasar kemungkinan menggunakan pelek 16 inci untuk menjaga harga dan konsumsi energi. Pelek 17 inci dapat ditempatkan pada tipe lebih tinggi.

Dokumen homologasi juga memperlihatkan beberapa desain pelek. Hal tersebut menunjukkan BYD akan menawarkan lebih dari satu pilihan varian atau paket penampilan.

LiDAR Muncul sebagai Perlengkapan Pilihan

Salah satu bagian paling menarik adalah pilihan sensor LiDAR di bagian atas kaca depan. Teknologi ini biasanya ditemukan pada kendaraan listrik yang lebih mahal.

LiDAR menggunakan pancaran laser untuk mengukur jarak dan membangun gambaran lingkungan di sekitar mobil. Sensor tersebut dapat membantu sistem bantuan mengemudi mengenali kendaraan, pejalan kaki, marka, serta objek lain.

Atto 1 terbaru diperkirakan menggunakan sistem bantuan mengemudi God’s Eye dari BYD. Perusahaan sebelumnya telah memperluas teknologi tersebut ke berbagai produk dengan harga lebih terjangkau di Cina.

Versi lama Seagull telah memperoleh God’s Eye C pada pembaruan tertentu. Sistem itu menawarkan bantuan mengemudi di jalan tol, parkir otomatis, dan sejumlah fungsi keselamatan.

Kehadiran LiDAR berpeluang memberikan kemampuan lebih tinggi, meskipun belum diketahui apakah fitur tersebut akan tersedia pada seluruh varian atau hanya tipe termahal.

Sensor LiDAR juga dapat meningkatkan biaya. BYD kemungkinan tetap menyediakan varian tanpa LiDAR untuk mempertahankan posisi Atto 1 sebagai mobil listrik terjangkau.

“Pilihan LiDAR pada mobil sekecil Atto 1 memperlihatkan bahwa persaingan kendaraan listrik Cina tidak lagi hanya berkutat pada harga dan jarak tempuh, tetapi juga teknologi bantuan pengemudi.”

Kapasitas Baterai Masih Dirahasiakan

Dokumen awal hanya menyebut penggunaan baterai lithium iron phosphate buatan FinDreams, anak perusahaan BYD. Kapasitas baterainya belum dibuka.

Atto 1 yang beredar saat ini menggunakan pilihan baterai sekitar 30,08 kWh dan 38,88 kWh. Jarak tempuhnya mencapai 300 kilometer hingga 380 kilometer berdasarkan pengujian NEDC di Indonesia.

Seagull di Cina menggunakan baterai sekitar 30,1 kWh dan 38,9 kWh, dengan jarak tempuh hingga 305 kilometer dan 405 kilometer menurut standar CLTC.

Generasi baru yang lebih besar dan lebih berat diperkirakan memerlukan baterai berkapasitas lebih tinggi. BYD dapat menggunakan paket yang mendekati 45 kWh atau lebih agar jarak tempuh tidak menurun.

Perusahaan juga sedang memperluas penggunaan Blade Battery generasi kedua. Baterai terbaru diklaim memiliki kepadatan energi lebih tinggi dan kemampuan pengisian lebih cepat.

Belum dapat dipastikan apakah Atto 1 baru langsung memakai teknologi tersebut. Informasi resmi mengenai baterai biasanya diumumkan ketika masa pemesanan dibuka.

Pengisian Cepat Berpeluang Mengalami Peningkatan

Atto 1 Indonesia saat ini mendukung pengisian cepat DC hingga sekitar 30 kW pada varian baterai kecil dan 40 kW pada varian baterai besar.

Angka tersebut cukup untuk penggunaan perkotaan, tetapi berada di bawah banyak mobil listrik baru yang menawarkan 60 kW hingga lebih dari 100 kW.

Generasi baru berpeluang mendapat kemampuan pengisian lebih tinggi. Versi Dolphin Surf di Eropa telah mendukung pengisian DC hingga 65 kW atau 85 kW, bergantung pada varian.

Bila Atto 1 baru memakai kemampuan serupa, waktu pengisian dari 30 persen menuju 80 persen dapat dipertahankan sekitar 30 menit meskipun kapasitas baterainya meningkat.

Pengisian AC juga dapat naik dari 6,6 kW menjadi 11 kW. Dukungan 11 kW akan membantu pengguna mengisi baterai lebih cepat melalui fasilitas tiga fase di rumah, kantor, atau pusat perbelanjaan.

BYD belum mengonfirmasi seluruh angka tersebut. Namun, perubahan dimensi dan tenaga menunjukkan kendaraan ini merupakan generasi baru, bukan sekadar pembaruan ringan.

Kabin Diperkirakan Mendapat Tata Letak Baru

Gambar interior belum disertakan secara lengkap dalam dokumen homologasi. Meski demikian, BYD diperkirakan memperbarui seluruh tata letak kabin agar sejalan dengan produk Ocean Series terbaru.

Atto 1 saat ini menggunakan layar sentuh tengah 10,1 inci yang dapat diputar. Panel instrumen berukuran sekitar 7 inci ditempatkan di depan pengemudi.

Generasi baru dapat memakai layar tengah lebih besar dengan sistem operasi DiLink terbaru. Antarmuka tersebut mendukung navigasi, hiburan, pengaturan kendaraan, dan pembaruan perangkat lunak melalui jaringan.

Tuas transmisi kemungkinan tetap dipindahkan ke kolom kemudi. Susunan ini membebaskan ruang konsol tengah untuk tempat penyimpanan dan pengisian telepon.

Bodi lebih lebar dapat memberikan ruang bahu tambahan. Jarak sumbu roda yang bertambah juga membantu ruang lutut penumpang belakang, salah satu bagian yang terbatas pada city car.

Penggunaan lantai baterai yang rata memungkinkan ruang kaki belakang tetap baik. Namun, tinggi lantai perlu diperhatikan agar posisi lutut penumpang tidak terlalu terangkat.

Kapasitas Penumpang Bisa Bertambah Menjadi Lima Orang

Beberapa versi Atto 1 di pasar global terdaftar sebagai kendaraan empat penumpang. Hal ini berkaitan dengan ukuran kabin dan ketentuan keselamatan di masing masing wilayah.

Generasi baru yang lebih panjang dan lebar berpeluang menawarkan konfigurasi lima tempat duduk secara lebih nyaman.

Dokumen Cina menunjukkan susunan lima kursi. Bangku belakang kemungkinan dilengkapi tiga sandaran kepala dan tiga sabuk keselamatan.

Penambahan kursi tengah meningkatkan keluwesan bagi keluarga. Walaupun posisi tengah mungkin tetap sempit, kendaraan dapat digunakan membawa lima orang untuk perjalanan jarak pendek.

Ruang kepala diperkirakan tetap memadai karena tinggi bodinya mencapai 1.580 milimeter. Garis atap tidak menurun secara tajam seperti mobil bergaya coupe.

Pintu belakang yang lebih panjang juga berpotensi memudahkan penumpang masuk. Model lama memiliki bukaan cukup baik, tetapi ruang kaki terbatas ketika kursi depan digeser ke belakang.

Posisi Produk Semakin Dekat dengan Dolphin

Pertambahan ukuran memunculkan pertanyaan mengenai jarak antara Atto 1 dan Dolphin. Keduanya kini berada dalam ukuran yang sangat berdekatan.

Dolphin dikenal sebagai hatchback listrik yang lebih matang dengan kabin luas, tenaga hingga sekitar 150 kW pada varian tertentu, serta baterai lebih besar.

Atto 1 baru tetap dapat ditempatkan di bawah Dolphin melalui kapasitas baterai, material kabin, fitur, dan pilihan motor. Tenaga 95 kW masih berada di bawah Dolphin varian tertinggi.

BYD juga dapat menyiapkan generasi baru Dolphin dengan ukuran dan teknologi lebih tinggi. Dengan cara itu, susunan produk tetap memiliki jarak yang jelas.

Strategi memperbesar Seagull dapat dipengaruhi kebutuhan pasar global. Mobil mungil versi Cina harus mengalami penyesuaian agar memenuhi standar keselamatan dan selera konsumen Eropa, Australia, Asia Tenggara, serta Amerika Latin.

Versi generasi baru dapat dirancang sejak awal sebagai produk internasional sehingga BYD tidak perlu membuat perubahan bodi berbeda untuk setiap wilayah.

Harga di Cina Belum Diumumkan

Seagull lama menjadi salah satu mobil listrik termurah BYD di Cina. Harganya dimulai dari kisaran 69.800 yuan untuk versi dengan teknologi bantuan mengemudi, atau setara sekitar Rp160 jutaan sebelum pajak dan biaya lain.

Generasi baru hampir pasti mengalami kenaikan harga karena bodinya lebih besar, motor lebih kuat, serta pilihan LiDAR. Namun, BYD perlu menjaga harga agar tidak bertabrakan langsung dengan Dolphin.

Perusahaan dikenal agresif dalam menentukan harga karena memproduksi baterai, motor, semikonduktor, dan berbagai komponen sendiri. Integrasi tersebut membantu menekan biaya.

Atto 1 baru kemungkinan ditawarkan dalam beberapa varian. Versi dasar dapat menggunakan baterai lebih kecil dan tanpa LiDAR, sedangkan tipe atas memperoleh baterai besar, pelek 17 inci, serta sistem bantuan mengemudi lebih lengkap.

Harga resmi biasanya diumumkan bersamaan dengan pembukaan pemesanan. BYD belum menyampaikan kapan penjualan generasi baru dimulai di Cina.

Peluang Masuk Indonesia Masih Terbuka

Atto 1 telah menjadi salah satu produk penting BYD di Indonesia. Harga yang relatif terjangkau membuatnya menarik bagi pembeli mobil pertama dan pengguna yang ingin beralih ke kendaraan listrik.

Generasi baru berpotensi masuk setelah penjualan di Cina dimulai. Namun, BYD Indonesia belum memberikan keterangan resmi mengenai rencana tersebut.

Perusahaan perlu mempertimbangkan posisi model lama yang baru diluncurkan pada 2025. Membawa generasi baru terlalu cepat dapat memengaruhi nilai jual dan minat terhadap stok yang tersedia.

Produksi lokal juga menjadi pertimbangan. BYD sedang menyiapkan fasilitas manufaktur di Indonesia yang dapat digunakan untuk beberapa model kendaraan listrik.

Apabila Atto 1 generasi baru dirakit lokal, harga dapat dijaga tetap kompetitif. Kandungan lokal juga berkaitan dengan insentif kendaraan listrik yang berlaku di Indonesia.

Versi Indonesia belum tentu menggunakan spesifikasi sama dengan Cina. Kapasitas baterai, motor, fitur bantuan mengemudi, jumlah kantung udara, dan ukuran pelek dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar.

Atto 1 Lama Tetap Unggul dalam Kelincahan

Bodi lebih besar memberi ruang dan tenaga, tetapi model lama memiliki keunggulan berupa ukuran yang sangat ringkas. Panjang di bawah empat meter membuatnya mudah bermanuver dan diparkir.

Radius putar yang kecil membantu pengemudi menghadapi jalan sempit. Bobot lebih ringan juga dapat menekan konsumsi listrik dalam perjalanan perkotaan.

Generasi baru mungkin tidak lagi memiliki karakter city car sekuat pendahulunya. Panjang 4,35 meter membuatnya masuk ke wilayah hatchback kompak.

Konsumen akhirnya memperoleh pilihan berbeda. Model lama sesuai bagi pengguna yang mengutamakan harga dan kelincahan, sedangkan generasi baru menawarkan ruang lebih luas serta performa lebih tinggi.

BYD belum menjelaskan apakah Seagull lama akan dihentikan atau tetap dijual bersama generasi baru. Di Cina, produsen sering mempertahankan model lama dengan harga lebih rendah selama beberapa waktu.

Persaingan Mobil Listrik Terjangkau Semakin Ketat

Atto 1 generasi baru akan berhadapan dengan sejumlah hatchback listrik Cina seperti Geely Xingyuan, Wuling Bingo, MG4 versi tertentu, serta berbagai produk dari Leapmotor dan Changan.

Geely Xingyuan menjadi salah satu pesaing kuat karena menawarkan kabin lapang, harga terjangkau, dan penjualan tinggi di Cina.

Wuling juga terus memperbarui lini Bingo dengan pilihan baterai dan jarak tempuh lebih beragam. Persaingan tersebut mendorong BYD memberikan peningkatan besar, bukan hanya mengganti bumper atau lampu.

Tenaga 95 kW memberi Atto 1 posisi menarik karena cukup tinggi untuk kelas mobil listrik terjangkau. Pilihan LiDAR turut membedakannya dari kendaraan murah yang hanya mengandalkan kamera dan radar.

Pertarungan berikutnya akan ditentukan oleh kapasitas baterai dan harga. Bodi besar serta tenaga tinggi tidak cukup apabila jarak tempuh atau biaya pembeliannya kalah dari pesaing.

Dokumen homologasi baru membuka sebagian informasi. Detail lengkap mengenai varian, baterai, pengisian, kabin, dan harga akan menentukan apakah Atto 1 generasi terbaru tetap menjadi mobil listrik rakyat atau bergerak menuju kelas yang lebih tinggi.